News & Article

Jumat, 08 Maret 2019

Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

KHA Dahlan adalah seorang politikus, tapi tidak mau terjun dalam politik praktis. Terbukti beliau menjadi pengurus di Sarikat Islam dan Boedi Oetomo. Kehadiran beliau dalam organisasi tersebut, tak lain hanya menjalin silaturahmi dan sekaligus belajar tentang organisasi. Sepak terjangnya dalam organisasi politik itu membawa manfaat yang sangat besar bagi perkembangan Muhammadiyah. Ormas ini dikenal oleh politikus ulung pada saat itu.

Salah satu yang dipetik dari buah silaturahmi dengan organisasi lain adalah tentang perlunya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Meskipun saat itu belum terealisir secara dokumen, namun ide tentang aturan main dalam berorganisasi telah dicetuskan.

Dalam perkembangannya, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah disusun dan dirumuskan oleh Ki Bagus Hadikusumo.

Ki Bagus merupakan murid langsung dari KHA Dahlan. Ki Bagus Hadikusumo merupakan murid yang tergolong masih muda, namun sebagai orang yang suka membaca. Suatu ketika, beliau pernah merasakan sakit mata karena terlalu banyak membaca. Sebagai seorang yang maniak membaca, tentu sangat paham tentang administrasi.  Tak heran bila Ki Bagus mensortir ulang apa yang telah dilakukan oleh KHA Dahlan tentang aturan berorganisasi.

Tercetuslah sebuah ide untuk membuat Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah.

Mengapa Anggaran Dasar harus dibuat untuk Muhammadiyah? Karena adanya perubahan zaman serta penggantian figur pimpinan di satu pihak, serta pengaruh-pengaruh luar yang semakin kuat dan bersinggungan dengan gerak dan perkembangan masyarakat, termasuk juga di dalamnya mengakibatkan adanya ketidakpastian dan kekaburan terhadap cita-cita perjuangan Muhammadiyah. Kenyataan ini yang mendorong Ki Bagus Hadikusumo untuk menyoroti dan mengungkap kembali terhadap pokok-pokok pikiran KH. Ahmad Dahlan.

Rumusan "Muqaddimah" diterima dan disahkan oleh Muktamar Muhammadiyah ke 31 yang dilangsungkan di kota Yogyakarta pada tahun 1950, setelah melewati penyempurnaan segi redaksional yang dilaksanakan oleh sebuah team yang dibentuk oleh sidang Tanwir. Sidang Tanwir kemudian menunjuk sebuah tim penyempurnaan yang terdiri dari Buya HAMKA, K.H. Farid Ma'ruf, Mr. Kasman Singodimedjo serta Zain Jambek.

Faktor yang mempengaruhi mengapa Muhammadiyah merumuskan Mukadimah :

a. Belum adanya rumusan formal tentang dasar dan cita-cita perjuangan Muhammadiyah.

b. Kehidupan rohani keluarga Muhammadiyah menampakkan gejala menurun, akibat terlalu berat mengejar kehidupan duniawi.

c. Makin kuatnya berbagai pengaruh dari luar yang langsung atau tidak langsung berhadapan dengan faham dan keyakinan hidup Muhammadiyah.

d. Dorongan disusunnya Pembukaan Undang-Undang Dasar RI tahun 1945

Fungsi Muqoddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan jiwa, nafas dan semangat pengabdian dan perjuangan ke dalam tubuh dan segala gerak organisasinya, yang baru di jadikan asas dan pusat tujuan perjuangan Muhammadiyah. Dan sebagai Jiwa serta semangat pengabdian serta perjuangan persyarikatan Muhammadiyah.

Pokok Pikiran dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah :

1. Hidup manusia harus berdasarkan tauhid, yaitu bertuhan dan beribadah serta tunduk dan taat hanya kepada Allah semata.

2. Hidup manusia adalah bermasyarakat.

3. Hanya agama islamlah satu-satunya ajaran hidup yang dapat dijadikan sendi pembentuk pribadi utama dan untuk mengatur ketertiban hidup bersama menuju hidup bahagia sejahtera yang hakiki dunia dan akhirat

4. Berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam untuk mewujudkan masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT adalah wajib, sebagai ibadah kepada Allah, dan berbuat islah dan ihsan kepada sesama manusia.

5. Perjuangan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam demi terwujudnya tujuan Muhammadiyah hanya akan berhasil bila mengikuti jejak perjuangan nabi Muhammad SAW.

6. Perjuangan mewujudkan pokok-pokok pikiran seperti diatas hanya dapat dilaksanakan denga baik dan berhasil bila dengan cara berorganisasi.

7. Seluruh perjuangan diarahkan untuk tercapainya tujuan hidup, yakni terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

Share This Post: