News & Article

Minggu, 02 Desember 2018

Akreditasi (Refreshing)

Setelah berjibaku kurang lebih 4 bulan untuk menunggu sebuah lonceng akreditasi, tibalah saatnya untuk mengendorkan urat saraf yang membalut di sekujur tubuh. Dalam ilmu manajemen, sebuah kinerja melewati 3 tahap, yaitu : perencanaan, proses dan evaluasi. Tapi bagi kami, kinerja di momen tertentu ada 4 lapis. Perencanaan, proses, evaluasi dan refreshing.

Bukan tidak mungkin andai refreshing ini menjadi sebuah tolok ukur dalam sebuah kinerja. Kalau kita cermati usaha pemerintah dalam membangun sebuah bangsa, salah satu pilarnya adalah refreshing. Program ini sebenarnya sudah lama digalakkan, yaitu dengan menjamurnya pariwisata. Sekarang, setiap orang hampir selalu mengadakan sebuah perjalanan untuk melepas penat atau sekedar berkunjung di sebuah lokasi wisata.

Sabtu, 1 Desember 2018, adalah hari yang sengaja kami pilih untuk melakukan refreshing ke Museum Kereta Api Ambarawa. Tak terlalu jauh, juga tidak dekat dengan Yogyakarta. Pertimbangan waktulah yang menjatuhkan pilihan ke kota perjuangan.

Pagi buta, meski embun pagi telah berpendar dari cakrawala bumi Hadiningrat, rombongan kami membelah sepanjang jalan menuju Ambarawa. Kebetulan minggu itu bertepatan dengan Penilaian Akhir Semester (PAS) yang sebelumnya bernama Ulangan Umum Bersama (UUB). Jadi, jalanan cukup lengang. Lalu lintas belum ramai. Pengendara juga enggan untuk memacu kendaraanya di jalan raya. Bis Pariwisata, adalah moda transportasi yang sengaja dipilih. Kendaraannya cukup nyaman, terbukti dengan peserta yang tertidur pulas di bus.

Akhirnya, kami tiba di tempat tujuan sebelum yang direncanakan. Museum Kereta Api Ambarawa. Disini, kami akan menikmati perjalanan singkat si hitam berasap, melewati lorong-lorong persawahan dan indahnya panorama Rowo Pening. Gerbong yang membawa kamipun adalah badan kereta yang lawas. Jendelanya masih memakai kayu. Lokomitifnya, meski tidak berwarna hitam tapi masih tangguh kalau hanya untuk membawa 100 orang. Nyatanya, penumpang hapi-hapi saja.

Museum Kereta Api Ambarawa (ABR) ataua stasiun Willem adalah sebuah stasiun kereta api kelas I yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum serta merupakan museum perkeretaapian pertama di Indonesia. Secara administratif musem berada di Desa Panjang, Ambarawa, Semarang.

Nama Willem I yang disandang oleh stasiun ini berasal dari nama benteng yang letaknya tak jauh dari kompleks stasiun ini, yaitu Benteng Willem I yang dikenal juga sebagai "Benteng Pendhem". Dinamakan Willem I karena dibangun untuk menghargai jasa-jasa Raja Belanda yang bertakhta pada saat itu, yaitu Raja Willem I dari Belanda.

Kalau kami harus usul, rute perjalanan sepur hendaknya diperpanjang lagi. Mengingat Ambarawa ini adalah sebuah kota perjuangan. Sehingga wisatawan tidak hanya melihat hijaunya kawasan Ambarawa, namun belajar sejarah juga. Gerbong dan lokomotif harus dipertahankan seperti sekarang ini.

Diseputar lokasi, hendaknya disediakan media-media kekinian yang memberitahukan tentang keberadaan museum kereta api. Hal ini diperlukan karena untuik mengundang minat wisatawan untuk berkunjung ke museum.

Perihal kebersihan sudah cukup terjaga. Beberapa fasilitas pengunjung disudut-sudut sudah standar pelayanan. Alat-alat pendukung museum juga sudah dirawat dengan baik.

Share This Post: