Kamis Bahasa; Selayang Pandang Puisi Lama

Pantun ialah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsure keindahan penyusunan kosakata, unsure-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya, yang sehingga Nampak seperti sungguh ada dan terjadi. Ciri-ciri Pantun Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Abdul Rani (2006:23) mengatakan bahwa ciri-ciri pantun sebagai berikut: Terdiri atas empat baris. Tiap baris terdiri atas 9 sampai 10 suku kata Dua baris pertama disebut sampiran dan dua baris berikutnya berisi maksud si pemantun. Bagian ini disebut isi pantun ciri- Read More …

Berprestasi Dalam ajang IGT 2020, MUPAT Jr JAYA!

Dalam rangka semarakkan Forum Ta’aruf dan Oreantasi Siswa (FORTASI) 2020 Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta telah mengikuti Lomba IPM Got Talent (IGT), yang diselenggrakan oleh PD IPM Kota Yogyakarta. (14-21/07/2020) Pada Fortasi tahun 2020 ini, PD IPM Yogykarta mengusung tema pelajar titi makaryo yang memiliki arti  pelajar  yang berdaya, berkarya, dan produktif dalam menggapai ilmu.  Selaras dengan tema tersebut diharapkan dapat menajadi spririt pelajar muhammadiyah khususnya di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. “Sangat mengena sekali tema tersebut dan seharusnya menjadi cambuk bagi kita semua, pelajar muhammadiyah” menurut Ryanda ketua PR IPM Mupat Jr (10/05). Untuk Read More …

Rabu Hayati, Si Merah yang Menawan

  Merah yang menawan langsung akan terlihat ketika memasuki halaman Gedung sekolah SMP M 4 Yogyakarta.  Merah menawan bernama Dadap Merah yang menjulang memberikan keteduhan bagi setiap orang yang di sekitarnya.  Pohon yang mampuh memikat burung ini, berada tepat di depan ruang kelas 7 ICT, yang sangat mudah teramati dari berbagi ruang kelas terutama Gedung lantai 2 dan 3. Pohon Dadap atau cangkring adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae (=Leguminosae). Secara karakteriskti pohon ini P berukuran sedang, mencapai tinggi 10-15 m dan gemang 10 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau Read More …

Melangitkan Spirit Fastabiqul Khoirot di Masa Pandemi

Dalam rangka Lustrum ke-13 dan untuk menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke- 111, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta  melaksanakan pengajian dengan tema “ melangitkan spirit fastabiqul khoirot dalam masa pandemi” yang diisi oleh ustadz Saijan S.Ag., M.S.I. Tema tersebut Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu (29/ 7/2020) tersebut dihadiri oleh seluruh Guru karyawan dan siswa berprestasi serta perwakilan dari PDM Kota Yogyakarta.”Pelaksanaan kegiatan pengajian tersebut merupkan wujud rasa syukur kita  warga SMP Muhmmadiyah 4 Yogyakarta, dan di masa pandemi ini lustrum tetap dilaksanakan dengan mengikuti protok Kesehatan yang ada” Wasul Nuri, M.Hum Ketika dihubungi tim redaksi (27/08). Dengan visi mulsim cerdas berprestasi SMP Read More …

Pohon kamboja, sang penyambut sejati

Pohon Kamboja dengan nama famili Plumeria ini adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria ditetapkan untuk menghormati Charles Plumier, seorang pakar botani asal Prancis yang pertama kali meneliti tanaman ini. Bibit pohon ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah tropis untuk ditanam termasuk di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.Pohon yang tumbuh menjulang tinggi ini, dapat dijumpai ketika memasuki gerbang sekolah. Pohon Kamboja memiliki berbagai macam jenis spesies  dengan berbagai warna bunga dan nama latin yang berbeda namun masih dalam satu keluarga, yaitu keluarga apocynacecae. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada suhu tropis atau sub tropis. Kamboja juga tumbuh dengan Read More …

Menelusuri Sejarah Carok dan Celurit

Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan). PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat Read More …

MENUNGGU YANG TIDAK MENJEMUKAN

oleh : Ustadz Wasul Nuri, M.Hum Di penghujung tahun lalu Allah SWT memberi kesempatan untuk ziarah ke Haramain. Alhamdulillah… Untuk sahabat-sahabat yang belum berkesempatan ziarah ke baitullah semoga dimudahkan umrah dan hajinya Aamiin. Satu hal yang kurasakan duduk di masjid yang apabila solat didalamnya maka pahalanya 100.000 lebih utama daripada sholat di masjid lainya, adalah kenikmatan yang luar biasa, susah dilukiskan. Ribuan jamaah memiliki motivasi yang sama, ingin memanfaatkan kesempatan ziarah ini dengan sebaik-baiknya. Masjidil Haram masjid mulia yang tidak pernah sepi, penuh sesak, berdesakan, berhimpitan, kadang keinjak, kegencet, namun semua ridho, ikhlas karena-Nya, karena Allah SWT semata. Kala itu Read More …

Ada Nabi di Masjid Kampung Kami

Karya: Muhammad A. Wibisono   Haji Karim berjalan penuh semangat menuju masjid. Dia selalu bersemangat ketika mendapat jatah menjadi khatib salat Jumat. Andai setiap hari Jumat mendapat jatah menjadi khatib, pasti dia akan siap sedia karena mempunyai dua rak sepanjang enam meter di ruang tamu yang hanya berisi buku referensi materi khotbah Jumat. Namun, sayang, dia hanya mendapatkan khotbah ketika Jumat Wage. Anak-anak berlarian di teras masjid. Ada yang mengobrol, ada yang bermain pukul-pukulan menggunakan peci dan sarung. Bahkan, ada pula yang bermain batu kertas gunting, kemudian yang kalah akan dicopot sarungnya dengan paksa oleh teman-teman. “Awas, Pak Haji Karim Read More …

MUPAT Junior gelar virtual MPLS

Mengawali tahun pelajaran 2019/2020, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta  mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. Kegiatan ini digelar selama tujuh hari, Senin- Jumat (13-17/06/2019) di sekolah. MPLS tahun ajaran 2020/ 2021 sebagaimana surat edaran Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Kota Yogyakarta dihimbau mengunakan metode dalam jaringan (daring) sebagai upaya mencegah penularan covid-19. Selain dengan metode daring juga dilakasankan dengan metode pertemuan  wali kelas 7. Dalam pertemuan tersebut hanya mengudang perwakilan dari wali murid kelas 7 guna  mematuhi protokol kesehatan. Pelaksanaan pertemuan wali murid dilaksaknan bergelombang selama dua hari senin- selasa (13- 14 Juli 2020). Ketua Read More …

Selamat Datang di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta

Memasuki Tahun Pelajaran 2020-2021 masih menyisakan pilu. Pandemi yang menghantam hampir semua negara di bumi ini menyebabkan saluran kegiatan menjadi mampat. Ekonomi porak poranda. Kesehatan yang paling parah. Pun tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Tiga bulan di rumah, kalau yang bekerja namanya namanya Work From Home. Keunikan, kegagapan, keanehan menghinggapi siapa saja yang terdampak pada codid19. Virus ini, menurut Dr. drh. Heru Nurcahyo, M. Kes adalah agen penyakit penyebab radang paru (pneumonia). Partikelnya sangat kecil ukurannya nano (10 pangkat minus-9), bukan berupa sel hidup, tidak hidup dan tidak mati, tidak makan, tidak bernapas, TIDAK DAPAT BERGERAK, tetapi dapat berkembang biak. Read More …